Di penghujung bulan Maret 2020, seringkali saya bergumam kapankah diri ini mulai menulis. Rasa malas,ragu,takut,tidak percaya diri,minder,malu, dan perasaan lain yang campur aduk membuat saya sampai detik ini belum pernah menulis. Namun akankah saya seperti ini sampai seterusnya?. Dengan ucapan tegas saya berniat memantapkan diri untuk segera praktek menulis. Keesokan hari ketika saya melihat salah satu story wa dosen favorit saya, seakan itu sebuah hidayah bagi saya untuk mewujudkan niat untuk mulai menulis. Beliau menuliskan link blogspot serta judul karya tentang “Praktek Menulis, Bukan Berfikir tentang Menulis”. hati dan pikiran mulai bertanya-tanya apa maksud dari judul beliau. Tanpa berfikir panjang, saya langsung mengunjungi laman link tersebut.

Memang tak diragukan, tulisan yang beliau publish selalu membuat para pembaca terbius karena sangat menginspirasi. Beliau adalah Ustadzah Nur Fadhilah, dosen IAIN Tulungagung. Pemaparan beliau dalam menulis ada beberapa tips yang dapat dipertimbangkan yaitu keyakinan,kemauan,kesadaran,jangan mudah menyerah, dan berjejaring. Apakah saya mampu?saya akan memberanikan diri untuk mulai menulis!. Namun hingga awal bulan Juli saya masih belum mewujudkannya.
Beliau selalu memberikan dukungan yang luar biasa, supaya saya segera menulis guna untuk membersihkan sawang yang ada pada blog saya. Yaaachhhh tentu, blog yang sudah ratusan purnama tersedia namun tiada karya. Hingga dua kata yang beliau katakan kepada saya yaitu “PUBLISH OR PERISH”. Ya Allah dalam benak, Apa yang harus saya tulis?. Nekat, tanpa beban, mengalir saja, dan harus dipaksa,”kata beliau.
Dan Alhamdulillah tepat pada Jum’at, 24 Juli 2020 sayapun mulai praktek menulis. Mengukir sejarah sosok seorang perempuan yang bernama Lilis Lebayatun menulis. Saya memiliki blog dari beberapa tahun lalu akan tetapi masih belum terisi apapun. Inilah langkah saya untuk memulai belajar produktif. Meskipun tulisan saya masih berantakan, insyaaAllah dengan berjalannya waktu akan semakin baik dengan sendirinya. Terimakasih Ustadzah Nur Fadhilah, antum selalu support hingga detik ini Lilis Lebayatun mampu praktek menulis. Bagi anda para readers, yang ingin tahu laman blog beliau anda bisa berkunjung pada link https://belajar-keluarga.blogspot.com/?m=1 . Jangan lupa tinggalkan komentar di kolom komentar beliau yaaach. Dan jangan sungkan pula memberikan saran kritik pada saya supaya bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Sebagai penutup, saya akan mengakhiri dengan Islamic wisdom dari mutiara islami “ Jangan pernah memulai hari dengan menyesali hari kemarin,karena akan mengusik hebatnya hari ini dan merusak indahnya hari esok”. Jadi kita harus berusaha melakukan yang terbaik hari ini esok dan seterusnya. Terimakasih.
Beliau selalu memberikan dukungan yang luar biasa, supaya saya segera menulis guna untuk membersihkan sawang yang ada pada blog saya. Yaaachhhh tentu, blog yang sudah ratusan purnama tersedia namun tiada karya. Hingga dua kata yang beliau katakan kepada saya yaitu “PUBLISH OR PERISH”. Ya Allah dalam benak, Apa yang harus saya tulis?. Nekat, tanpa beban, mengalir saja, dan harus dipaksa,”kata beliau.
Dan Alhamdulillah tepat pada Jum’at, 24 Juli 2020 sayapun mulai praktek menulis. Mengukir sejarah sosok seorang perempuan yang bernama Lilis Lebayatun menulis. Saya memiliki blog dari beberapa tahun lalu akan tetapi masih belum terisi apapun. Inilah langkah saya untuk memulai belajar produktif. Meskipun tulisan saya masih berantakan, insyaaAllah dengan berjalannya waktu akan semakin baik dengan sendirinya. Terimakasih Ustadzah Nur Fadhilah, antum selalu support hingga detik ini Lilis Lebayatun mampu praktek menulis. Bagi anda para readers, yang ingin tahu laman blog beliau anda bisa berkunjung pada link https://belajar-keluarga.blogspot.com/?m=1 . Jangan lupa tinggalkan komentar di kolom komentar beliau yaaach. Dan jangan sungkan pula memberikan saran kritik pada saya supaya bisa menjadi lebih baik kedepannya.
Sebagai penutup, saya akan mengakhiri dengan Islamic wisdom dari mutiara islami “ Jangan pernah memulai hari dengan menyesali hari kemarin,karena akan mengusik hebatnya hari ini dan merusak indahnya hari esok”. Jadi kita harus berusaha melakukan yang terbaik hari ini esok dan seterusnya. Terimakasih.
Tulungagung, 24 Juli 2020