BUKU PEDOMAN PRAKTIK TATA CARA SHOLAT
UNTUK KELAS VII
Disusun Oleh :
LILIS FIKRIYA UMAMI, S.Pd.I
Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
SMP NEGERI
1 BANDUNG
Jl. Raya Bandung – Prigi DS/Kec.
Bandung
Tulungagung
TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Pedoman Praktikum
Sholat
Tujuan
1. Memahami tata cara sholat
yang benar sesuai
tuntunan syariat.
2. Menghafal dan mengerti bacaan-bacaan dalam sholat.
3. Melatih disiplin dan khusyuk
dalam melaksanakan sholat.
Alat dan Bahan
1. Buku
panduan sholat (jika ada).
2. Tempat
yang bersih untuk
sholat.
3. Jam atau alat pengingat waktu untuk mengingatkan jadwal sholat.
Materi Praktikum
1.
Pengantar Sholat
a.
Definisi sholat sebagai
ibadah wajib.
b. Tujuan
dan manfaat sholat
dalam kehidupan sehari-hari.
c.
Rukun sholat dan syarat sahnya.
2. Wudhu
sebagai Syarat Sah Sholat
a.
Langkah-langkah berwudhu.
b. Praktik wudhu dengan benar.
3.
Tata Cara Sholat
a.
Langkah-langkah melakukan sholat,
mulai dari niat hingga salam.
b. Penjelasan setiap gerakan sholat,
seperti takbiratul ihram,
rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
c.
Bacaan dalam setiap
gerakan sholat (bahasa
Arab beserta terjemahannya).
d.
Khusyuk dalam sholat
dan cara mencapainya.
4.
Bacaan/ Do’a Sholat
1. Membaca Niat
Niat sholat
menyesuaikan dengan jumlah rakaat, sebagai makmum atau imam dan sholat apa yang
dikerjakan.
a.)
Niat sholat Subuh
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ
الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.
Arab latin: Ushalli
fardlash shub-hi ra'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an (ma'muman/imaman) lillaahi
ta'aalaa. Allahu Akbar
Artinya: "Aku
sengaja sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat (ma'mum/imam) karena
Allah. Allah Maha Besar."
b.)
Niat sholat Dzuhur
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ
مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Arab latin: Ushalli
fardhadh dhuhri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an (ma'muman/imaman)
lillaahi ta'aalaa. Allahu Akbar
Artinya: "Aku
sengaja sholat fardhu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat (mak'mum/imam) karena
Allah. Allah Mahabesar."
c.)
Niat sholat Ashar
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ
مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.
Arab latin: Ushalli
fardhal 'asri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an (ma'muman/imaman)
lillaahi ta'aalaa. Allahu Akbar.
Artinya: "Aku
sengaja sholat fardhu Asar empat rakaat mengadap kiblat (ma'mum/imam) karena
Allah. Allah Mahabesar."
d.)
Niat Sholat Maghrib
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ
مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.
Arab latin: Ushalli
fardhal maghribi tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an
(ma'muman/imaman) lillaahi ta'aalaa. Allahu Akbar.
Artinya: "Aku
sengaja sholat fardhu Maghrib empat rakaat menghadap kiblat (ma'mum/imam)
karena Allah. Allah Mahabesar."
e.)
Niat sholat Isya
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ
مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.
Arab latin: Ushalli
fardhal isya-i arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an (ma'muman/imaman)
lillaahi ta'aalaa. Allahu Akbar
Artinya: "Aku
sengaja sholat fardhu Isya empat raaat menghadap kiblat (ma'mum/imam) karena
Allah. Allah Mahabesar."
2. Takbiratul Ihram
Bacaan sholat setelah
niat ialah takbiratul ihram dengan lafaz sebagai berikut,
اللهُ أَكْبَرُ
Arab latin: Allahu
Akbar
Artinya: "Allah
Mahabesar"
3. Membaca Doa Iftitah
Setidaknya terdapat
dua versi doa iftitah yang dapat dibaca, versi pertama dengan bunyi:
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا
وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ
فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ
الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ
رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ
الْمُسْلِمِيْنَ .
Arab latin: Allahu
Akbar Kabiroo walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallahi bukratan
wa'ashillaa, inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha
haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaati wa nusuki wa
mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil 'aalamiin. Laa syarikalahu wa bidzaalika
umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya: "Allah
Mahabesar lagi Sempurna KebesaranNya, segala puja bagi-Nya dan Maha Suci Allah
sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan
langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari
golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku
semata hanya untuk Allah seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan
dengan akur diperintahkan untuk tidak menyukutan bagi-Nya. Dan aku dari
golongan orang muslimin."
Sementara itu, versi
kedua doa iftitah berlafaz sebagai berikut.
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا
بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ
كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ
خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Arab latin: Allahumma
ba'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal-masyriqi wal-maghrib.
Allahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqats-tsaubul abyadu minad-danas.
Allahummaghsilnii mn khathaayaaya bil-maa'iwats-tsalji wal-barad
Artinya: "Ya
Allah, jauhkanlah daripada kesalahan dan dosa jauh antara jarak timur dan
barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa bagaikan
bersihnya kain putih dari kotoran. Ta Allah. Sucikanlah kesalahanku dengan air,
dan air yang sejuk."
4. Membaca Surah Al
Fatihah
Selanjutnya, bacaan
sholat memanjatkan surah Al Fatihah.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ . اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ . الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ . مٰلِكِ يَوْمِ
الدِّيْنِۗ ٤ . اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ . اِهْدِنَا
الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ
غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧
Arab latin:
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm.
Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm.
Ṣirāṭal-ladhīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim walāḍ-ḍāllīn
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."
5. Membaca Surah
Lainnya
Setelah membaca surah Al Fatihah, kaum muslimin bisa
membaca surah-surah lainnya dalam Al-Qur'an. Sebagai contoh, surah Al Ikhlas.
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ
يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤
Arab latin: Qul
huwwallaahu ahad. Allaahushshamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu
kufwan ahad.
Artinya:
"Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa.Allah tempat
meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta
tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
6. Rukuk
Rukuk dilakukan dengan cara membungkukan badan seraya
meletakkan kedua telapak tangan di dengkul atau lutut. Posisi jari tangan
direnggangkan, lalu punggung, leher, dan kepala lurus sejajar membentuk sudut
90 derajat.
Saat rukuk maka kaum
muslimin membaca doa sebagai berikut,
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Arab latin: Subhaana
rabbiyal 'adhiimi wabihamdihi (3x)
Artinya: "Maha
Suci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya."
7. I'tidal
I'tidal adalah posisi
bangun setelah rukuk sebelum melakukan sujud, bacaan i'tidal ialah:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Arab latin: Sami
Allahu liman hamidah
Artinya: "Allah
mendengar orang yang memuji-Nya."
Setelah berdiri tegak
membaca, lanjutkan dengan membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ
الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Arab latin: Rabbana lakal hamdu mil'us samaawaati wa
mil ul ardhi wa mil 'u maa syi'ta min syai'in ba'du
Artinya: "Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu segala
puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah
itu."
8. Sujud
Sujud dilakukan dengan
membaca doa berikut,
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Arab latin: Subhaana
rabbiyal 'alaa wa bihamdih (3x)
Artinya: "Maha
Suci Tuhan Maha Tinggi serta ampunilah aku kepada-Nya."
9. Duduk di Antara Dua
Sujud
Usai sujud, kaum
muslimin duduk di antara dua sujud dengan membaca:
رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي
وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
Arab latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii
warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, belas
kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan
berilah rizqi kepadaku dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku
dan berilah ampunan kepadaku."
10. Sujud Kedua
Bacaan yang
dipanjatkan pada sujud kedua sama seperti sujud pertama.
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Arab latin: Subhaana
rabbiyal 'alaa wa bihamdih (3x)
Artinya: "Maha
Suci Tuhan Maha Tinggi serta ampunilah aku kepada-Nya."
11. Duduk Tasyahud
Awal
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ
الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ
اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ
الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ
Arab latin:
At-tahiyyaatul-mubaarakaatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaah. Assalaamu
'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alainaa
wa'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu
anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa Muhammad.
Artinya: "Segala
kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam rahmat dan
berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan)
semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada
Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan
Allah. Ya Allah. Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad."
12. Duduk Tasyahud
Akhir
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ
بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى
إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Arab latin: Wa'alaa
aali muhammad.
Kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim.
Wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa
alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Sebagaimana pernah engkau beri rahmat
kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad
beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim
dan keluarganya. Diseluruh alam semesta hanya Engkaulah yang terpuji dan Maha
Mulia."
13. Salam
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Arab latin: Assalaamu
alaikum wa rahmatullah.
Artinya: "Keselamatan
dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian."
4. Praktik Sholat Berjamaah
a.
Peran imam dan makmum dalam
sholat berjamaah.
b.
Adab dan etika
sholat berjamaah.
c.
Keutamaan sholat berjamaah.
5. Pembahasan Sholat Fardhu dan Sholat Sunnah
a.
Sholat wajib lima waktu (Subuh,
Zuhur, Asar, Maghrib,
dan Isya).
b.
Sholat sunnah (Dhuha,
Tahajud, Tarawih, Witir, dan sholat sunnah lainnya).
Langkah-Langkah Praktikum
1.
Persiapan Wudhu
a.
Siswa diajak untuk mengambil wudhu dengan urutan yang benar.
b.
Setiap langkah berwudhu
dijelaskan, diikuti praktik
oleh siswa.
2. Simulasi Sholat
a.
Siswa diminta untuk melaksanakan sholat
secara urut, dimulai
dari niat hingga salam.
b. Instruktur memberikan arahan
pada setiap langkah,
termasuk gerakan dan bacaan
yang benar.
c.
Koreksi diberikan
untuk setiap kesalahan
dalam gerakan atau bacaan.
3.
Praktik Sholat
Berjamaah
a.
Pembagian peran sebagai imam dan makmum.
b.
Melaksanakan sholat
berjamaah sesuai tata cara dan aturan yang berlaku.
4.
Diskusi dan Tanya Jawab
a.
Sesi tanya jawab seputar
masalah yang dihadapi
siswa selama praktikum.
b. Diskusi tentang pentingnya menjaga konsistensi sholat
dan keutamaan sholat
dalam kehidupan sehari-hari.
Penilaian
1. Kedisiplinan: Ketepatan waktu
dalam melaksanakan sholat.
2. Kecermatan: Ketepatan dalam gerakan dan bacaan sholat.
3. Kekhusyukan: Kesungguhan dan konsentrasi dalam sholat.
4. Pengetahuan: Pemahaman tentang
tata cara, bacaan,
dan rukun sholat.
Kesimpulan
Sholat merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang
memiliki tata cara dan aturan tertentu. Praktikum ini bertujuan untuk memastikan setiap
siswa memahami dan mampu melaksanakan sholat sesuai tuntunan syariat Islam dengan benar dan khusyuk.
